BNI Tes Swab Masal Secara Gratis di Kalimantan

0
12
Penyerahan simbolis bantuan dari BNI Kalimantan kepada Pemkot Balikpapan. Foto: Pemkot Balikpapan

Balikpapan Bagus – Bank Negara Indonesia (BNI) Kalimantan menyelenggarakan tes swab masal secara gratis kepada masyarakat. Sedikitnya 2.500 tes dialokasikan untuk seluruh wilayah. Head of Region BNI Banjarmasin, Mahrauza Purnaditya mengatakan, khusus Balikpapan pihaknya menyediakan 500 kuota tes swab gratis.

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan BNI kepada Satgas Covid-19 untuk menangani wabah,” katanya. Selain tes swab ini, BNI sebelumnya juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, serta pemotongan gaji atau pendapatan para karyawan.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengapresiasi kegiatan ini. Ia bilang tes ini penting untuk mengetahui sebaran Covid-19. “Kalau rapid tes hanya untuk tracing, mengetahui indikasi, tapi swab ini 99 persen memberikan keyakinan positif atau tidak,” kata Wali Kota Balikpapan, H.M Rizal Effendi, Sabtu, 25 Juli 2020.  “Walaupun kadang-kadang kita takut karena (sampel) diambil dari hidung atau tenggorokan. Tapi ini harus kita lakukan,” kata wali kota.

Tes swab masal dilakukan di halaman parkir Kantor Pemkot Balikpapan. Selain masyarakat umum, kegiatan itu juga ditujukan kepada petugas kesehatan, tim gugus tugas dan petugas lapangan selain masyarakat.

Wali kota menjelaskan, seperti daerah lain, penderita Covid-19 di Balikpapan saat ini berasal dari beragam latar belakang. Bukan hanya dari pekerja migas, melainkan sudah ada pegawai bank, kantor pemerintah, Puskesmas, pasar, rumah sakit, dan tak luput anggota TNI/Polri.

“Perkembangan terbaru ini sudah ada di perkantoran. Karena itu kita harus waspada.  Swab ini penting. Alat lab-nya juga penting. Karena itu kapasitas PCR nya harus ditingkatkan.”

Data terbaru yang diterima wali kota Jumlah warga yang positif mencapai 358 orang. Dari jumlah itu, 258 sehat, 92 orang dirawat, dan meninggal dunia 8 orang.

Rizal Effendi mengatakan keterbatasan kapasitas lab membuat pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan baru, dengan satu kali hasil swab. “Kalau dulu pasien harus melalui dua kali swab. Sekarang kalau satu kali swab hasilnya negatif, sudah bisa dinyatakan sembuh,” imbuhnya.

Hal itu selain karena swab mahal, juga hasil test harus mengantre.  Sekarang penderita tidak berat atau OTG diperbolehkan melakukan isolasi secara mandiri di rumah. “Ini tidak gampang bagi kita (pemerintah). Karena di Indonesia yang memiliki rumah layak untuk isolasi masih sedikit,” kata wali kota.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here