Vaksin Sinovac Tiba, Hasil Uji Klinis Belum Ada

0
46
Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac tiba di Indonesia, Minggu 6 Desember 2020. Bulan ini juga akan tiba 15 juta dosis bahan baku dari produk yang sama.

Balikpapan Bagus – Presiden Joko Widodo mengumumkan kedatangan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, pada Senin, 7 Desember 2020. Melalui akun media sosialnya, Joko Widodo mengatakan adanya tambahan 1,8 juta dosis lagi pada Januari, tahun depan.

Vaksin itu tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu 6 Desember 2020 malam dengan pesawat Garuda Indonesia.

Pemerintah juga mendatangkan 15 juta dosis bahan baku vaksin bulan ini, serta 30 juta dosis lagi, sebulan ke depan. Bahan baku itu selanjutnya akan diproses oleh perusahaan farmasi nasional, Bio Farma.

Untuk memulai vaksinasi, pemerintah memerlukan tahapan yang ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Seluruh prosedur ilmiah harus dilalui dengan baik untuk menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat,” tulis presiden.

Pertimbangan ilmiah dan hasil akhir uji klini akan menentukan kapan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan. Meskipun vaksin sudah ada, presiden mengingatkan masyarakat tetap displin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Menanggapi kedatangan vaksin Sinovac, MRI Clinical Scientist The SingHealth Duke-NUS Academic Medical Center, Singapura, Septian Hartono mengingatkan bahwa hasil uji klinis fase 3 belum ada. “Dan selama hasilnya belum ada, BPOM RI belum dapat mengevaluasi dan memberikan izin,” tulis Septian melalui akun Twitter.

Uji klinis fase 3 mengukur perbedaan tingkat infeksi antara kelompok yang divaksin dengan yang plasebo. Masalah dengan desain studi di Bandung adalah jumlah relawannya terlalu kecil (1.620 orang saja) dan tingkat infeksinya tidak terlalu tinggi. “Karena itu hasilnya tidak secepat uji Pfizer/ Moderna yang di AS.”

Septian menambahkan, “karena itu, likely kita akan mendapatkan hasil uji klinis fase 3 dari Brasil dulu ketimbang dari Bandung.” Alasannya, di Brasil, jumlah relawan lebih besar, mencapai 10 ribu orang. Idealnya, di Indonesia, studi dilakukan di Jakarta dengan relawan puluhan ribu orang. Sedangkan relawan Kawal Covid mempertanyakan nasib vaksin Sinovac jika BPOM menilai tidak layak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here