Wawali Apresiasi Gotong-royong Bedah Rumah Warga

0
21
Wawali Rahmad Mas'ud menyaksikan syukuran acara bedah rumah.

Balikpapan Bagus – Organisasi masyarakat Pasak Bakudapati melakukan kegiatan bedah rumah pada warga tak mampu. Bedah rumah tersebut dilakukan salah satu bentuk kepeduliannya untuk membantu warga yang rumanya sudah tidak layak huni.

Kegiatan bedah rumah tersebut mendapatkan apresiasi dari Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Karena untuk melakukan bedah rumah ormas tersebut gotong royong mengumpulkan dana melalui anggotanya.

Rahmad Mas’ud menilai aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian Pasak Bakudapati terhadap warga tak mampu. “Artinya ini memberi pelajaran kepada kita untuk peduli terhadap orang yang kurangmampu,” kata Rahmad Mas’ud saat meresmikan kegiatan bedah rumah di RT 35 Gang Umar Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Sabtu (11/7).

Apalagi kegiatan tersebut, tanpa meminta sumbangan ke Pemerintah Kota Balikpapan maupun perusahaan. “Ini sesuatu hal yang luar biasa dan ini bisa menjadi contoh kepada kita, kepada teman-teman yang lain,” ujarnya.

Menurutnya, dengan niat gotong toyong bersama saling bahu-membahu dapat membantu sesame khususnya bagi yang tidak mampu. Karena gotong-royong itu adalah warisan leluhur budaya bangsa dan bisa kita hidupkan kembali di dalam lingkungan kita dalam beraktifitas dan pergaulan sehari-hari,” ujarnya.

Dia pun memuji kepemimpinan Nur Rahman selaku Ketua DPC Pasak Bakudapati yang mampu menggorganisir sehingga kegiatan bedah rumah terlaksana. Selain di Balikpapan Timur, bedah rumah juga akan digelar di 5 kecamatan lainnya.

“Ini gotong royong ormas yang di ketuai Nur Rahman artinya ini mencerminkan pemimpin yang luar biasa. Ada beberapa rumah, ini yang perdana di Timur, nanti akan disemua kecamatan dia akan bangun, bedah rumah yang tidak layak,” tandasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan juga memiliki program bedah rumah melalui Dinas Sosial, hanya saja terbatas. Kata dia, karena keterbatasan anggaran maka dibutuhkan pasrtisipasi masyarakat. “Kalau gotong-royong artinya semua rumah warga tidak layak huni dibantu,” imbuh Rahmad Mas’ud.

Dalam kesempatan itu, Nur Rahman mengatakan pada September nanti bedah rumah akan digelar di Balikpapan Utara Kilometer 14. “Insya Allah 6 kecamatan, saya mohon doanya. Mudah-mudahan tetap konsisten dengan tujuannya Rumah yang tidak layak huni,” ucapnya.

Disebutkanya, untuk membedah satu rumah dibutuhkan anggaran sekitar Rp 20 juta. “Kita ada tim sendiri, kalau kita pakai tukang luar bisa sampai Rp40 jutaan. Kalau tidak hujan 15 hari pengerjaan sudah selesai,” kata Nur Rahman.

Selain bedah rumah, mereka juga membagikan sembako bagi warga yang terdampak COVID-19 dan melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here